- Diposting oleh : Website Madrasah
- pada tanggal : Oktober 04, 2026
BULUKUMBA – Lapangan
MAN 1 Bulukumba menjadi saksi bisu berkumpulnya pemuda-pemudi tangguh
penuh inspirasi pada Sabtu, 3 Oktober
2026. Dengan seragam kebanggaan dan derap langkah yang kompak, ratusan
anggota Paskibra dari berbagai sekolah di Kabupaten Bulukumba menyatukan visi
dalam sebuah gelaran Latihan Gabungan
(Latgab) Paskibra yang penuh energi positif.
Kegiatan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus
meningkatkan kualitas keterampilan baris-berbaris ini dihadiri oleh beberapa
sekolah terkemuka, di antaranya SMA 2
Bulukumba, SMA 10 Bulukumba,
dan SMA 14 Bulukumba. Kehadiran
mereka membawa warna dan semangat kompetitif yang sehat, mengubah lapangan
upacara menjadi panggung kolaborasi yang luar biasa.
Pagi yang cerah itu diawali dengan upacara pembukaan yang khidmat. Wakil
Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan MAN 1 Bulukumba, Ihsan Ashadi, S.Pd., Gr., hadir membuka acara secara resmi. Dalam
amanatnya, beliau tidak hanya memberikan sambutan formal, tetapi juga membakar
semangat para peserta melalui penguatan karakter yang mendalam.
"Paskibra bukan sekadar tentang bagaimana cara melangkah atau
menghormat bendera. Ini adalah tentang disiplin, loyalitas, dan bagaimana
kalian membentuk mental pemimpin masa depan yang tangguh serta berakhlak
mulia," ujar Ihsan Ashadi dengan penuh penekanan yang disambut antusias
oleh seluruh peserta.
Usai pembukaan, atmosfer latihan semakin serius namun seru saat pengurus
Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
Kabupaten Bulukumba mengambil alih panggung. Sebagai mentor yang
berpengalaman, para pengurus PPI memberikan materi Peraturan Baris-Berbaris
(PBB) yang komprehensif.
Para peserta tampak fokus menyerap setiap detail teori, mulai dari
kesiapan fisik, ketajaman konsentrasi, hingga keselarasan tempo gerakan.
Pengalaman nyata dari para senior PPI ini menjadi asupan ilmu yang sangat
berharga bagi para anggota Paskibra muda ini.
Tidak butuh waktu lama bagi para peserta untuk membuktikan pemahaman
mereka. Usai menerima teori, seluruh barisan langsung diarahkan menuju Lapangan Upacara MAN 1 Bulukumba untuk
melakukan praktik langsung.
Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, tidak ada kata lelah yang
terucap. Suara lantang komandan pleton bersahut-sahutan, diikuti oleh hentakan
kaki yang serempak dan dinamis. Kerja sama antarsekolah terlihat begitu cair;
ego sektoral runtuh, digantikan oleh semangat saling mengoreksi dan saling
mendukung demi terciptanya formasi yang presisi. (Ione)